Persiapan Sebelum Membuka Usaha Kuliner
Persiapan Sebelum Membuka Usaha Kuliner

Persiapan Sebelum Membuka Usaha Kuliner

Membuka usaha kuliner saat ini sedang booming. Baik dari restoran mewah, kafe ataupun kedai kopi. usaha kuliner adalah usaha yang selalu beruap, tidak pernah berakhir.

Saat masa liburan tiba, orang hanya punya dua pilihan yaitu untuk pergi berlibur atau pergi ke tempat wisata atau pusat kuliner.

Kafe atau coffe shop sendiri semakin populer karena sudah menjadi kebutuhan anak muda masa kini. Sebagai tempat menikmati jajanan, sekaligus tempat bertemu teman dan berkreasi.

Untuk membuka usaha kuliner, yang harus di persiapkan sejak awal adalah masalah perizinan. Mulai dari indonesia.go.id, untuk jenis usaha kafe, izin kerjanya dari pemerintah berupa Tanda Daftar Usaha Wisatawan (TDUP) yang sudah diatur dalam Permenpar No 10 Tahun 2018.

BACA JUGA  Cara Memulai Bisnis Kuliner Untuk Pemula

Dokumen yang harus disiapkan Untuk mengajukan TDUP adalah, Anda harus menyiapkan dokumen-dokumen berikut:

1. Anggaran Dasar dan Keputusan Menteri Anggaran Dasar dapat dibuat dengan bantuan seorang notaris. Sementara itu, pembentukan badan hukum disahkan dengan keputusan yang akan dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Namun, undang-undang ini hanya diperuntukkan bagi badan usaha yang berbentuk seprti perseroan terbatas (PT), CV dan korporasi. Jika Anda membuka kepemilikan tunggal, dokumen ini tidak diperlukan.

2. Kartu identitas pemilik
Tanda pengenal tersebut dapat berupa KTP dan bukti kepatuhan pada perpajakan serta fotokopi NPWP. Semua dokumen disalin ke dalam beberapa lembar karena akan diperlukan untuk melengkapi lampiran di banyak file.

3. Surat Hinder Ordonnantie (HO) adalah surat jaminan bahwa usaha yang diusulkan karena telah mendapat persetujuan gangguan dari tetangga, masyarakat atau pemukiman di sekitar tempat kerja.

BACA JUGA  10 Jenis Usaha Kuliner Terlaris Yang Bisa Anda Terapkan

Jika luas tempat kurang atau sama dengan 100 meter persegi cukup dengan mengurus surat HO di kantor kelurahan. Namun, jika luas wilayah kerja lebih dari itu, surat tersebut akan diproses di kantor kecamatan atau kabupaten.

4. Surat Keterangan Domisili (SKD) SKD diperoleh dari kantor kelurahan atau kecamatan dan menyatakan bahwa lokasi pekerjaan benar-benar sudah dimiliki oleh pemohon. Juga nyatakan bahwa lokasi bisnis tidak sedang dalam sengketa atau masalah.

5. Surat Pernyataan Surat pernyataan ini sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan wilayah atau kota tempat lokasi pekerjaan yang didirikan.

Pada intinya surat ini berisi pernyataan tertutup bahwa pelaku komersial bersedia mengikuti semua aturan dan standar yang berlaku, tidak melanggar peraturan perundang-undangan, menyatakan bahwa semua dokumen adalah asli, bersedia membayar pajak dan biaya daerah, dan menjamin perdamaian.

BACA JUGA  Cara Memulai Bisnis Kuliner Untuk Pemula

Prosedur yang harus diikuti Pada tahun 2018 adalah, pemerintah menerapkan Online Single Application System (OSS) bagi perusahaan atau perorangan yang akan mengajukan izin usaha.

Untuk mengajukan izin usaha, pemerintah telah menyiapkan akses ke oss.go.id. Portal ini dilengkapi dengan panduan cara pengisian permohonan izin usaha, melalui sistem yang terintegrasi dengan seluruh jaringan di Indonesia.

Setelah mendapatkan TDUP, Anda juga harus mengajukan Sertifikat Kelayakan Kesehatan, atau SLS. TDUP dan SLS merupakan persyaratan untuk mendapatkan nomor Izin Kerja (NIB).