Aturan Perpanjangan PPKM Level 4 Di Wilayah Luar Jawa-Bali
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers perpanjangan PPKM level.

Aturan Perpanjangan PPKM Level 4 Di Wilayah Luar Jawa-Bali

PPKM- Perpanjangan PPKM Tingkat 4 kembali dilakukan oleh Pemerintah di 6 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali mulai tanggal 5-18 Oktober 2021.

Airlangga menjelaskan perpanjangan PPKM level 4 harus dilakukan karena beberapa daerah dari 10 kabupaten/kota mengalami peningkatan kasus dan tidak mencapai target pengujian dan vaksinasi.

Terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Padang, Banjarmasin dan Balikpapan. Sedangkan di beberapa Kabupaten/Kota Aceh Tamiang, Pidie dan Bulungan tidak mencapai target pemeriksaan.

Irlanga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan PPKM level 4 di beberapa wilayah ini mengalami penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Dalam dua minggu terakhir, PPKM Level 4 telah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota.

“Diusulkan perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali untuk dua minggu ke depan, yaitu pada tanggal 5-18 Oktober 2021 dengan cakupan wilayah 6 kabupaten/kota (dalam waktu dua minggu) sebelumnya juga diberlakukan PPKM Level 4,” Ucap Airlangga saat konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin (10/4/2021).

BACA JUGA  Tips Dan Cara Menghindari Kebosanan Saat PPKM

Setelah itu, vaksinasi di 8 daerah/kota masih terbatas di bawah rata-rata nasional atau kurang dari 45 persen. Pencapaian vaksinasi lansia di 7 kabupaten/kota masih di bawah rata-rata nasional atau kurang dari 30 persen.

“Oleh karena itu, kami masih menetapkan kelanjutan pelaksanaan di 6 kabupaten/kota pada level keempat, yaitu Pidie, Bangka, Padang, Banjarmasin, Bulungan dan Tarakan,” jelas Airlangga.

Aturan Pembatasan PPKM Level 4

Pembatasan kegiatan masyarakat selama dua minggu ke depan tetap sama dengan pembatasan dalam dua minggu terakhir.

Pelaksanaan kegiatan WFO di sektor non esensial hanya 25 persen dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Namun, jika terjadi klaster baru, sektor tersebut ditutup selama 5 hari.

BACA JUGA  Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM) Level 3

Pasar tradisional, hypermarket, Supermarket, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, jam buka dibatasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas 50 persen pengunjung.

Setelah itu, pasar rakyat yang boleh mendapat izin antara lain pasar tradisional, pedagang kaki lima, pedagang grosir, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang kaki lima, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, dan pasar batik, bengkel kecil, cuci kendaraan, dll.

Warteg, PKL, dan warung jajanan sejenisnya boleh buka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Restoran, kedai kopi, dan restoran yang terletak di lokasi atau mal terpisah dapat menawarkan layanan makan di tempat dengan kapasitas 25 persen atau dua orang per meja. Jam kerja dibatasi sampai pukul 20.00.

BACA JUGA  PPKM Level 3 Untuk Daerah Jabodetabek

Perpanjangan PPKM, aktivitas di mal diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen mulai pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindung dan menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, tempat ibadah dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah secara berjamaah dengan daya tampung maksimal 50 persen atau 50 orang.

Kegiatan di tempat umum dapat dilakukan 25 persen dengan menggunakan aplikasi PeduliLindung. Demikian pula kegiatan seni, budaya, dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian diperbolehkan beroperasi sebesar 25 persen.