Perbedaan Trading Forex syariah Dan Trading Forex Biasa
master trading

Perbedaan Trading Forex syariah Dan Trading Forex Biasa

Perbedaan Trading Forex syariah Dan Trading Forex Biasa- Trading Forex Syariah adalah trading di mana proses pengelolaan transaksinya mengadopsi syariah islam. Setiap melakukan kegiatan transaksi tidak boleh mengandung unsur bunga, perjudian, ambiguitas, manipulasi, penipuan, banyak transaksi, atau spekulasi yang disengaja.

Apa yang menjadi perbedaan antara forex syariah dan forex biasa?

Sistem transaksi trading Forex syariah sendiri adalah menghindari biaya tambahan dalam transaksi yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Tidak seperti forex biasa yang pada umumnya membutuhkan tambahan tagihan sebelum dan sesudah transaksi.

Forex syariah harus berdasarkan analisa pasar dan perhitungan yang sangat akurat, dan tidak boleh sembarangan

Trader forex harus mempelajari seluk beluk forex dengan cara mengikuti kursus, pelatihan, membaca buku atau berlatih dengan menggunakan akun demo. Karena jika kegiatan bisnis hanya didasarkan pada tebak-tebakan saja, itu sama seperti perjudian dan dilarang dalam hukum agama.

BACA JUGA  7 Broker Dengan Spread Terendah Yang Bisa Menjadi Pilihan Anda

Forex syariah bebas bunga (swap free)

Meskipun undang-undang dan peraturan melegalkan trading forex, namun tetap dilarang dalam Syariah jika Anda menerapkan sistem riba. Forex syariah sebaiknya menggunakan akun khusus yang bebas dari swap (no swap) sehingga trader tidak perlu khawatir akan terjadi riba.

Di Indonesia dasar pertimbangan forex syariah berasal dari Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 28/DSN-MUI/III/2002 tentang trading mata uang atau yang biasa dikenal dengan istilah Al-Sharf.

Fatwa tersebut menyatakan bahwa kegiatan trading forex diperbolehkan dan sah jika memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Tidak berspekulasi (kebetulan)
  • Diperlukan cadangan (tabungan)
  • Jika transaksi dilakukan untuk mata uang yang sama, maka nilainya juga harus sama dan secara tunai
  • Jika ada jenis yang berbeda, sebaiknya dilakukan dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan harus dibayar secara tunai.
BACA JUGA  Alasan Broker MT4 Digunakan Para Trader, Pemula Dan Berpengalaman

Fatwa MUI menyebutkan bahwa transaksi yang diperbolehkan adalah transaksi SPOT, sedangkan transaksi yang dilarang adalah transaksi FORWARD, OPTION dan juga SWAP.

Oleh karena itu, berdasarkan fatwa MUI, trading forex diperbolehkan jika menggunakan SPOT. Nah, pasar SPOT terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Pembayaran tunai dan transaksi antara satu mata uang dengan mata uang lainnya terjadi pada saat yang bersamaan
  • Tom, berarti tomorrow atau besok, karena koin baru bisa dikirim setelah satu hari
  • Konversi mata uang instan harus diselesaikan dalam waktu 48 jam setelah terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli
Kata Kunci : broker trading forex syariah