Kantongi Lisensi OJK, TaniFund Gelontorkan Dana Rp 700 M ke Petani
Ilustrasi TaniHub. - dok. TaniGroup

Kantongi Lisensi OJK, TaniFund Gelontorkan Dana Rp 700 M ke Petani

TaniFund– Otoritas Jasa Keuangan atau OJK resmi memberikan izin kepada PT Tani Fund Madani Indonesia sebagai penyedia pinjaman fintech peer-to-peer di sektor pertanian.

TaniFund, yang merupakan bagian dari Tanihub bersama 68 perusahaan P2P lending lainnya, memiliki izin dan pengawasan dari OJK. TaniFund adalah satu-satunya fintech yang didedikasikan untuk pertanian yang memiliki izin OJK.

Natalia Rialucky Marsudi, Chief Strategy Officer TaniHub Group, menjelaskan pihaknya meyakini izin OJK dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan pemberi pinjaman dan peminjam.

Dia mengatakan, izin izin OJK tersebut telah memperkuat dan mendorong TaniFund untuk bisa mengucurkan dana baru sebesar Rp 700 miliar di tahun-tahun mendatang kepada petani. “Harapan kami di TaniFund adalah menciptakan dampak sosial yang lebih luas dengan menyediakan akses inklusi keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM lokal di seluruh ekosistem kami.” Demikian disampaikan RIA dalam keterangan resminya pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

BACA JUGA  Cerita Petani Sukses Dari Nol, Sekarang Jadi Pengusaha

Dengan memperoleh izin usaha, kesehatan dan eksistensi usaha semakin diperiksa. Hal itu tertuang dalam sertifikat izin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan OJK pada 2 Agustus 2021.

Dengan dukungan komunitas petani Indonesia yang lebih luas, TaniFund akan memperluas ekspansinya ke luar Jawa, melakukan inovasi produk, dan memperkuat pemantauan dan pengawasan melalui sistem credit rating internal yang canggih dan canggih. Tak hanya itu, Ria juga mengatakan, dengan izin OJK, pihaknya dapat mengundang lebih banyak kreditur baru dan mendorong kreditur lama untuk meningkatkan pendanaannya.

“Tujuan kami melalui lisensi ini adalah menjaga TKB90 kami tetap 100 persen,” kata Ria. RIA juga menegaskan, sesuai aturan OJK, pemberi pinjaman harus menyadari bahwa masih ada risiko keuangan yang harus ditanggungnya, misalnya risiko keterlambatan atau pembayaran yang belum dibayar.

BACA JUGA  Cara Memulai Usaha Pertanian Yang Baik Dan Benar

Pasalnya, izin OJK akan membuat pemberi pinjaman baru dan lama lebih stabil dengan TaniFund siap untuk mengkoordinasikan proyek pembiayaan mereka. Menurut Ria, edukasi pemahaman risiko masih rutin ditawarkan kepada pemberi pinjaman sesuai rekomendasi OJK dan Asosiasi Fintech Pembiayaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Sebagai bagian dari TaniHub Group, ke depan diharapkan TaniFund dapat lebih meningkatkan kontribusinya terhadap bisnisnya, sesuai dengan strategi yang telah kami lakukan di tahun-tahun mendatang untuk memperkuat sisi hulu atau upstream sehingga memiliki dampak yang lebih baik. dan berkembang pada masyarakat Indonesia di sektor pertanian,” kata Bametra.

Untuk memitigasi risiko ini, TaniFund memiliki sistem peringkat kredit yang canggih, ahli agronomi yang andal, mengontrak asuransi kredit, dan mematuhi berbagai arahan dari regulator. CEO TaniHub Group Pamitra Wainka mengatakan izin OJK menjadi bahan bakar pihaknya untuk terus memberikan dampak sosial dengan memberikan akses permodalan dan pelatihan kepada petani.

BACA JUGA  Sistem Agroforestri yang Diterapkan di Perkebunan Kopi

Sejak didirikan pada tahun 2017, TaniFund telah menyalurkan dana urun dana sebesar Rp 324,3 miliar kepada lebih dari 4.000 peminjam. TaniFund mendaftar lebih dari 10.000 pemberi pinjaman, yang terdiri dari pemberi pinjaman individu dan institusi.