Cerita Petani Sukses Dari Nol, Sekarang Jadi Pengusaha
Cerita Petani Sukses Dari Nol, Sekarang Jadi Pengusaha

Cerita Petani Sukses Dari Nol, Sekarang Jadi Pengusaha

Petani adalah seseorang yang berprofesi di bidang, baik di atas tanah milik sendiri maupun dengan hak penuh untuk pandangan. Petani sukses sangat membantu bagi banyak orang.

Hal ini karena petani memberikan penghidupan bagi masyarakat berupa pangan yang tentunya memungkinkan kita untuk bertahan hidup.

Tidak mudah menjadi petani sukses, Anda bisa banyak belajar dari kisah seorang petani sukses dari nol hingga berhasil menjadi pengusaha. Seorang petani sukses yang berhasil membudidayakan tanaman ini bernama Rommy Mamesah.

Petani ini tinggal di wilayah Kawangkoan, Tompaso, Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara. Rommy menuai banyak manfaat menanam cabai dan tomat.

Dari hasil budidaya cabai dan tomat ini, belasan keluarga telah meraup untung hingga Rp 200 juta dalam satu musim tanam. Hanya dengan lahan seluas sekitar seperempat hektar seorang petani sukses di Langowan Barat bisa menghasilkan Rp 150 juta hanya dalam waktu 4 bulan.

BACA JUGA  Kantongi Lisensi OJK, TaniFund Gelontorkan Dana Rp 700 M ke Petani

Saat cabai dipanen pertama kali, harga jualnya mencapai Rp 70 ribu/kg. Pada panen perdana ini, Rommy mengumpulkan sekitar 50 kg cabai. Rommy berhasil meraup untung Rp 3,5 juta.

Banyak kolektor yang datang untuk membeli cabai, salah satunya adalah pria asal Manado. Pria ini datang untuk membeli cabai milik Rommy.

Keduanya menyepapati harga Rp 150 juta. Seminggu kemudian, harga cabai rawit menembus harga tertinggi Rp 90 ribu/kg. Harga jual cabai ini sangat tinggi, bahkan melebihi harga jual cengkeh saat itu.

Kisah petani sukses lainnya dari nol bernama Abdul Qohar. Abdul Qohar ini tinggal di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

Abdul menghasilkan banyak uang dengan menanam pepaya calina. Lahan pertanian di ujung selatan Lamongan dikenal kering dan turun-temurun hanya ditanami tembakau, padi, dan jagung.

BACA JUGA  Perkebunan dan Perusahaan kelapa sawit Terbesar Kalimantan Selatan

Namun, dengan total 15 hektar kebun pepaya Calina, Lamongan adalah produsen terbesar ketiga di Jawa Timur. Tidak hanya ke Lamongan, buah pepaya sambeng juga dipasarkan ke Tuban, Gresik dan Jakarta.

Ini tidak mengurangi niat Abdul. Dengan ketekunan dan keuletan, Abdul berhasil menjadi petani sukses yang membentuk Kelompok Tani Godong Ijo Sejahtera yang beranggotakan 112 orang yang tersebar di 8 desa di kabupaten Sambeng.

Hingga 1.520 batang pepaya Calina bisa ditanam di lahan seluas 1 hektar. Untuk setiap hektar, petani bisa mendapatkan omzet Rp 18 juta per bulan. Hal ini juga telah diperhitungkan dengan kemungkinan faktor kegagalan.

Pepaya Calina Sambeng sudah memiliki merek dagang terdaftar. Pemilik kebun juga mendapat pembinaan khusus untuk menjaga kualitas buah pepaya agar tetap sama, meski ditanam di lahan yang berbeda.

BACA JUGA  Cara Memulai Usaha Pertanian Yang Baik Dan Benar

Masa panen buah pepaya Calina sendiri adalah saat berumur 6 bulan 20 hari. Pepaya Calina akan terus berbuah hingga 3 tahun kemudian.