Sejarah dan 7 Kalimat Bijak di Benang Teh Sariwangi yang Pailit
Teh Sariwangi.com PT Sariwangi Agricultural Estate Agency bersama perusahaan afiliasinya, PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, didera kesulitan. Dua perusahaan tersebut terjerat utang hingga Rp1,5 triliun ke sejumlah kreditur.

Sejarah dan 7 Kalimat Bijak di Benang Teh Sariwangi yang Pailit

Pastinya nama teh Sariwangi sudah tidak asing lagi di telinga. Ini adalah nama salah satu merek teh celup paling terkenal di Indonesia.

Belakangan ini, teh Sariwangi mendadak jadi sorotan. Ia dikabarkan bangkrut karena terlilit hutang.

Kepailitan diperoleh setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan perjanjian homogenitas atau perdamaian antara PT Bank ICBC Indonesia, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi AEA) dan Indorub Sumber Wadung Plantation Masapan.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Weik Suhartono, mengatakan putusan itu akan diumumkan kepada teh Sariwangi dan Plantation Airlines. Setelah itu, faktur dari kedua perusahaan akan diverifikasi.

Sejarah

Teh Sariwangi dikenal sebagai salah satu pionir pembuatan teh celup di Indonesia. Menurut situs resminya, teh Sariwangi didirikan pada tahun 1962 oleh Johann Alexander Sobet. Secara resmi didirikan dengan nama PT Sariwangi Agricultural Estate Regency.

Meski sudah ada sejak tahun 1962, teh Sariwangi baru diperkenalkan ke publik sebagai teh celup asli Indonesia beberapa tahun kemudian.

Awalnya teh Sariwangi ini dikenalkan dengan nama Teh Celup pada tahun 1972. Namun pada tahun 1973 secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dengan nama Sariwangi.

Budaya teh celup sendiri dimulai ketika Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, AS, mengirimkan sampel teh dalam kantong sutra kecil kepada pelanggannya.

Sullivan memilih tas sutra karena alasan ekonomi. Lebih mahal menggunakan kaleng untuk mengemas teh.

Pada awalnya, tidak semua pelanggan Sullivan memahami penggunaan teh celup. Mereka menganggap teh celup itu seperti teh bubuk yang “ditumpahkan” langsung ke air panas. Alhasil, mereka langsung “membuang” kantong teh ke dalam air panas.

Sejak itu, teh celup semakin populer dan komersialisasi dimulai pada tahun 1904.

Teh Sariwangi sendiri berdiri di tengah keterpurukan pasar teh kertas Indonesia. Saat itu, teh daun kering yang disajikan dengan cara disaring dianggap kuno dan tidak praktis.

Sariwangi mengaku, berkat Johann Alexander Sobet, teh kembali masuk kelas sebagai minuman favorit masyarakat Indonesia. Minum teh sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Teh celup ini populer bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena manfaatnya. Manfaat minum teh secara teratur dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah, melawan kelelahan, menurunkan kadar kolesterol, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Selain manfaat kesehatan, teh celup juga dapat meningkatkan hubungan keluarga.

7 Kalimat Bijak pada Benang

  • “Salah paham dapat dihindarkan dengan saling mendengar”
  • “Yuk luangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk keluarga”
  • “Saat berkumpul, beri kesempatan berbicara untuk tiap anggota keluarga”
  • “Jangan jadikan kesibukan jadi alasan untuk jauh dengan keluarga”
  • “Mimpi atau cita-cita terasa lebih indah bila bisa diraih bersama”
  • “Saat minum teh adalah momen istimewa untuk memanjakan keluarga”
  • “Komunikasi yang baik terjadi jika kita saling menghargai pendapat”