Bagaimana prinsip-prinsip kebebasan manusia dalam islam beserta ayat al-qur’an!

Bagaimana prinsip-prinsip kebebasan manusia dalam islam beserta ayat al-qur’an!

Jawaban :

Prinsip-prinsip kebebasan manusia di dalam Islam adalah manusia diberikan kebebasan apapun untuk memilih apa yang menjadi pilihannya, berbuat apa yang ingin ia perbuat. Namun semua itu akan ada konseskuensinya yang harus dia petanggungjawbkan di akhirat.

Pembahasan untuk prinsip-prinsip kebebasan manusia dalam islam beserta ayat al-qur’an!

Manusia adalah makhluk yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Setiap manusia tidak akan pernah lepas dari takdir yang sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapkan.

Akan tetapi karena dia tidak mengetahui takdir tersebut, maka manusia diberikan kebebasan untuk melakukan apapun sesuka hatinya. Namun perlu diingat bahwasanya setiap apapun yang kita lakukan ini akan ada balasannya baik itu di dunia terlebih di akhirat kelak. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam surat Fussilat ayat 41 yang berbunyi:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَاۗ اَفَمَنْ يُّلْقٰى فِى النَّارِ خَيْرٌ اَمَّنْ يَّأْتِيْٓ اٰمِنًا يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗاِعْمَلُوْا مَا شِئْتُمْ ۙاِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ – ٤٠
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka yang lebih baik ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Lakukanlah apa yang kamu kehendaki! Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kemudian pada surat Az Zalzalah ayat 7-8 Allah Berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ – ٧
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ – ٨
dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Begitulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kebebasan yang bertanggung jawab kepada seluruh manusia.

Selain itu dalam salah satu hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, beliau pernah didatangi malaikat Jibril yang kemudian memberikan nasihat yaitu:

أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ “
Jibril Alaihissallam pernah datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya kematian pasti akan menjemputmu. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya”. Kemudian Jibril berpesan, “Hai Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya adalah pada saat ia tak lagi bergantung pada manusia.” [HR. Thabrani dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albâni rahimahullah dalam silsilah ahâdîtsis shahîhah, no. 831]