Breaking News
Investasi Reksa Dana
(Foto: Pixabay)

5 Investasi Reksa Dana Saham Terbaik

Investasi Reksa dana Saham Terbaik Vneews – Ada beberapa pertimbangan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi. Jika Anda tertarik dengan satu jenis investasi, tugas Anda selanjutnya adalah mencari tahu mana yang terbaik, termasuk yang mana.

Salah satu referensi yang bisa diandalkan saat membicarakan reksa dana adalah Bareksa. Ini menyediakan platform untuk perdagangan investasi reksa dana online sambil menyediakan data, informasi, dan alat investasi untuk reksa dana, saham, obligasi, dan lainnya.

Berikut 5 reksa dana terbaik dalam 5 tahun, rangkum Bareksa.

1. Investasi Reksa Dana Sokoreinvest Equity Fund

Salah satu reksa dana saham terbaik selama 5 tahun terakhir adalah produk dari PT Sucorinvest Asset Management yaitu Sucorinvest Equity Fund. Per Agustus 2018, dana yang dikelola manajer investasi ini mencapai Rp 903,12 miliar. SEF, diluncurkan pada 2012, membeli 100.000 rupee dalam lima tahun, mencatat pengembalian 103,83%.

✅ BACA JUGA  Bentuk Dan Jenis Investasi Jangka Panjang

Menurut fund fact sheet Agustus 2018, reksa dana saham mengalokasikan portofolio investasinya ke saham beberapa perusahaan besar seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. dan PT Aneka Tambang Tbk. dan PT Adhi Karya Tbk. dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

2. Investasi Reksa Dana Simas Saham Unggulan

Selain itu, reksa dana saham yang mencatatkan indeks terbaik dalam lima tahun terakhir adalah Simas Saham Superior. Dana kelolaan tersebut mengeluarkan Rp 1,96 triliun pada tahun 2012. Jumlah ini tercatat hingga Agustus 2018. Sima Saam Ungul bertujuan untuk mencapai hasil jangka panjang yang optimal dengan tingkat fleksibilitas investasi yang tinggi.

Berinvestasi di Reksa Dana Dengan Simas Saham Superior, Anda terlindungi dari berbagai risiko yang timbul dari jenis portofolio ekuitas seperti efek ekuitas dan utang. Produk Sinarmas dapat memberikan pengembalian hingga 96,04% dalam waktu 5 tahun dengan investasi awal minimal Rp 200.000. Anda dapat menemukan saham di Bank BRI Syariah, Erajaya Swasembada, Wijaya Karya, Bank Rakyat Indonesia dan Indah Kiat Pulp & Paper.

✅ BACA JUGA  Perbedaan Investasi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

3. HPAM Ultima Ekuitas 1

Saham reksa dana lima tahun terbaik jatuh pada komoditas PT Henan Putihrai Asset Management. Reksa Dana HPAM Ultima Ekuitas 1, dana kelolaan yang dimiliki oleh HPAM Ultima Ekuitas 1 sejak tahun 2009 sebesar Rp 1,62 triliun dengan imbal hasil 52,15%. Portofolio investasi berada pada saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. dan PT Barito Pacific Tbk. dan PT Waskita Karya Tbk. dan PT Surya Semesta Internusa Tbk. dan PT AKR Corporindo Tbk.

Manajer investasi ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi jangka panjang yang optimal dan agresif. Caranya adalah dengan lebih aktif dalam kendaraan investasi Anda. Khususnya, dalam penawaran umum atau penawaran umum, efek bersifat utang, instrumen keuangan jangka pendek dan/atau saham yang dijual secara tunai dan setara kas.

4. RHB Alpha Sector Rotation

RHB Alpha Sector Rotation adalah jenis Investasi Reksa Dana yang dikelola oleh RHB Asset Management. Pada awal Oktober 2018, rekor pengembalian selama lima tahun adalah 50,40% dan modal operasional adalah Rs.465,6 miliar. Jumlah investasi awal adalah Rp 100.000.

✅ BACA JUGA  Investasi Yang Cocok Untuk Kaum Rebahan

Manajer investasi reksa dana ini mengalokasikan investasinya ke beberapa perusahaan besar. Ini termasuk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan PT Bank Centra Asia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. dan PT Bank Mandiri Tbk. dan PT HM Sampoerna Tbk.

5. TRAM Consumption Plus

Selain itu, Investasi Reksa Dana saham terbaik selama 5 tahun terakhir adalah TRAM Consumption Plus yang dikelola oleh PT Trimegah Asset Management. Diluncurkan pada tahun 2011 dan telah kembali 47,47% selama lima tahun terakhir. Dana kelolaan yang dimiliki TRAM Consumption Plus tercatat sebesar Rs.941,4 miliar.

Dengan investasi awal sebesar Rs 100.000, dana tersebut telah dialokasikan ke perusahaan besar seperti PT Astra International Tbk. dan PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Mandiri Tbk. dan PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.