Kumpulan Puisi Romantis untuk National Girlfriend Day

Kumpulan Puisi Romantis untuk National Girlfriend Day

Puisi Romantis untuk National Girlfriend Day Vneews – Dunia Twitter menjadi ramai dengan tagar Nasional Girlfriend Day. Tagar ini telah digunakan lebih dari 102.000 kali di Indonesia saja.

Nasional Girlfriend Day pertama kali dirayakan di Amerika Serikat pada tahun 2004. Hari Persahabatan Nasional sendiri identik dengan kata-kata romantis seperti puisi.

Jika yang ingin merayakan Hari Pacar Nasional masih bingung dengan kata-kata romantisnya, Vneews menyarankan puisi yang bisa kamu kirim ke Girlfirend kamu:

Dikutip dari pikiran-rakyat.com Berikut Puisi romantis untuk National Girlfriend Day.

#1
Pada hari yang sama, engkau dan aku datang untuk menjamu segala masa lalu, kemudian akan sama-sama kita terima sebagai masa yang telah purna. Aku masih ingat aroma wangi tubuhmu kala itu, serta engkau yang tak suka kedinginan.
Aku masih ingat, aku memesan secangkir kopi dan engkau tak memesan apa-apa.Pada hari yang sama, engkau dan aku kehilangan kata-kata yang sebenarnya sudah baik tertata.

Pada hari yang sama untuk kedua kalinya kita duduk berhadapan; berdua,

yang tak ada jarak, selain ketakutan untuk mulai berkata-kata.

Aku masih ingat, engkau memperingatkanku agar mencintaimu bukan karena tahta orang tua.

Pada hari yang sama, engkau dan aku tak kuasa menerjemahkan, antara harapan dan ketidaktahuan yang telah digariskan.

Kita sama-sama canggung untuk membendung.

Dan aku masih ingat, sorot matamu kembali mengingatku.

#2
Aku menata dan menyiapkan segalanya untuk menyambutmu.

Mempersiapkan rumah sebaik mungkin agar engkau betah untuk singgah.

Aku akan mengajakmu menyirami bunga-bunga yang sebelumnya sudah engkau tanam

agar bunganya tumbuh, dan merekah; indah.

Saban hari berlalu, kita menikmati aksara-aksara yang tersua.

Ternyata engkau telah lebih dulu menitipkan nama kita dalam doa-doa,

sementara aku masih berdiri di tengah persimpangan, antara kecemasan dan harapan

yang terus tumbuh.

#3
Sebelum terlalu jauh kita melangkah, aku sempat berfikir untuk mengalah; pasrah.

Membiarkanmu bahagia dengan orang lain, setelah berkali-kali aku dibuntuti rasa ketidakpantasan.

Pikirku: orang baik, yang dididik dengan baik, harus bersanding juga dengan lelaki yang baik.

Jika pada akhirnya engkau mengiyakan, betapa waktu itu aku berlagak kuat dengan membiarkan diriku pura-pura bahagia menyaksikanmu bersama lelaki lain.

Ketakutanku adalah kehilanganmu.

Kehilangan segala yang telah lama kubangun.

Meski berkali-kali engkau mengingatkan agar tak lagi membanding-bandingkan.

#4
Kita sepasang mata yang merindu untuk menatap.

Kita sepasang nafas yang merindu untuk menghirup.

Kemudian aku bertanya, kenapa engkau mencintaiku?

Engkau diam; cinta memang tak membutuhkan alasan.

Kita sepasang tangan yang merindu untuk saling menggenggam.

Kita sepasang kaki yang merindu untuk saling melangkah.

Kemudian aku bertanya, kenapa engkau merindukanku?

Engkau pun diam; rindu memang tak membutuhkan jawaban selain temu.

Kita sepasang cinta yang merindu untuk bersanding.

Kita sepasang kekasih yang merindu untuk tak saling menyakiti.

Kemudian aku bertanya, kenapa engkau masih bertahan?

Engkau tak lagi diam. Bagimu, mencintai adalah memberi.

Kita sepasang yang tak lagi peduli pada masa lalu.

Kita sepasang yang tak lagi peduli pada cinta yang lain.

Kemudian engkau balik bertanya, apa aku meragukanmu?

Aku menjawab: Aku telah menyerahkan semua untukmu. Apapun.

✅ BACA JUGA  Makna dan Quote GirlFriend Day pada 1 Agustus