Beginilah Cara Pencairan BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan
Beginilah Cara Pencairan BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan

Beginilah Cara Pencairan BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan

BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini sedang memproses pencairan dana subsidi gaji atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pekerja yang gajinya di bawah Rp 3,5 juta per bulan.

Kepala Dinas Perhubungan Kementerian Keuangan Buspa Rahayu mengatakan, Kementerian Keuangan telah menerima pengajuan permintaan pencairan Bantuan Penunjang Upah atau BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kmnakir).

“Permintaan itu sudah diajukan kepada Kementerian Keuangan dan akan segera dipertimbangkan,” katanya.

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan data siapa saja calon pekerja yang akan menjadi penerima BSU kepada Kementerian Ketenagakerjaan sebagai database penerima BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Data tersebut disetorkan secara bertahap, yakni 1 juta orang pada tahap awal.

BACA JUGA  Cara Cek Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan

Secara terpisah, Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadianto telah membenarkan bahwa pencairan BSU dari Kementerian Keuangan juga akan dilakukan secara bertahap. Pencairan akan disesuaikan dengan kebenaran data pekerja.

“Pelaksanaannya akan dilaksanakan secara bertahap menunggu kesiapan validitas data penerima BSU yang sudah disiapkan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan”, ujarnya.

Sebagai informasi awal, BSU akan diberikan kepada sekitar 8 juta pekerja. Dengan masing-masing orang menerima BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan sebanyak Rp. 500.0000,00 selama dua bulan, sehingga total bantuan menjadi satu juta rupiah.

Selain batas gaji, syarat lainnya yang perlu di perhatikan adalah pekerja menjadi peserta aktif dalam program kegiatan sosial BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2021.

BACA JUGA  Kriteria BLT BPJS Ketenagakerjaan Dan Cara Lapor Jika Tidak Cair

BSU kemudian hanya akan diberikan kepada pekerja yang bekerja di wilayah yang menerapkan sistem PPKM Level 3 dan Level 4.

Selanjutnya, bantuan gaji BLT diprioritaskan untuk pekerja yang bekerja di sektor FMCG, transportasi, berbagai macam industri, properti dan real estate, perdagangan, dan jasa.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fawzia menghimbau para pekerja yang berpenghasilan Rp 3,5 juta, untuk segera melengkapi data nomor rekening masing-masing di perusahaan tempat mereka bekerja.

Kemudian, perusahaan sesegera mungkin diminta untuk mendaftarkan para karyawannya menjadi peserta jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan agar bisa mendapatkan BSU.

“Variabel pengecekan kelengkapan data penerima seperti nomor rekening, NIK, dan bidang usaha. Yang kemudian kita akan cocokkan dengan data para penerima bantuan lainnya,” kata Ida beberapa waktu lalu.