Persiapan Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON)
Persiapan Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON)

Persiapan Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON)

Tim Anggar Sulsel (Anggar Sulsel) terus menyelesaikan persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Tim anggar atletik telah menerjunkan empat atlet untuk event nasional empat tahun sekali ini.  Andi Almaidah DIR, Arina Nur Andi dan Andi Muh Rizky Al Mufarid turun ke kelas degen

Sementara itu, Mo Irfan Ibrahim turun di kelas florent. Mereka berempat bermain secara individu. Pelatih anggar Sulsel Muhammad Hirullah mengatakan persiapan jelang pekan olahraga nasional sudah memasuki tahap pra-kompetisi.

Kemampuan atlet terus di kembangkan. Latihan dilakukan setiap pagi, mulai dari pukul 08.00-11.00 WITA. Kemudian pada sore hari mulai pukul 16.00 – 20.00 WITA.

“Kami fokus pada teknik, eksekusi dan akurasi para atlet,” katanya. “Kami mengasah kekuatan kami dan mengurangi atau menghilangkan kelemahan kami.” Menurutnya, persiapan anak angkatnya sempat terhambat akibat pandemi ini.

Rencananya uji coba di luar Sulawesi Selatan akan dibatalkan. Dampak pandemi kita tidak dapat keluar. “Kami tidak bebas kemana-mana,” katanya. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan melalui latihan internal.

BACA JUGA  Olahraga Menembak Tingkatkan Kekuatan Fisik dan Mental

Simulasi pertandingan dibuat untuk mengatasi kecemasan dan beban pertandingan yang sebenarnya. “Yang sangat kami khawatirkan selama terjadinya pertandingan adalah tentang mental,” katanya. Mudah-mudahan mentalitas akan meningkat pada hari H pertandingan.”

“Makanya kita perbanyak persiapan jelang pekan olahraga nasional , agar tidak grogi ketika melawan siapapun,” sambungnya. Pada kegiatan Pekan Olahraga Nasional  XX Papua, Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Sulsel telah menargetkan agar cabang olahraga anggar bisa meraih medali perak di salah satu dari empat kategori yang diikuti.

Namun Muhammad Hirullah berusaha membuat timnya terkesan dengan medali emas. Peluang itu dinilai hadir karena kekuatan satuan itu merata.

“KONI Sulsel menargetkan perak, tapi saya sendiri tidak ingin terlalu muluk-muluk. Sejak saya menjadi atlet sampai sekarang, tujuan saya adalah memenangkan medali emas. Insya Allah. Selalu berpikir di sana sehingga ada motivasi,” katanya.

BACA JUGA  Sejarah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON)

Harapnya, kekuatan kontingen satuan ini akan terdistribusi secara merata. Atlet hanya perlu mempersiapkan fisik dan mental.

Siapa pun yang siap menghadapi PON, inilah pemenangnya. Mohon doa restunya untuk masyarakat Sulawesi Selatan.” Ia mengaku mengenal dan mengetahui olahraga anggar dari keluarganya.

Kemudian termotivasi untuk terlibat dalam anggar dari bibinya. Karena bibinya memenangkan banyak kompetisi nasional dan internasional.

“Saya tahu anggar karena sebagian besar keluarga saya anggar. Terutama tante saya yang menginspirasi saya. Dia banyak memenangkan kompetisi nasional dan internasional,” katanya.

Wanita kelahiran Ujung Pandang, 8 Februari 1994 ini, sangat mengikuti jejak tantenya. Banyak prestasi yang diraih Anisa Nur Andi.

Ia meraih medali perunggu kategori area putri pada Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat pada 2016. Ia kemudian meraih medali perunggu pada kategori tunggal putri daerah pada Pra PON Semarang 2019.

BACA JUGA  Sejarah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON)

Prestasi, menurut lulusan ekonomi ini, tidak lepas dari doa orang tua, pasangan dan anak-anak. “Kunci kesuksesan saya adalah do’a dari keluarga saya, orang tua saya, suami saya dan anak-anak saya,” akunya.

Di PON Papua, ibu ini mengincar medali emas. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Sulawesi Selatan.

“Di Pekan Olahraga Nasional Papua ini, saya sangat berharap bisa meraih medali emas dan bisa memberikan penampilan yang terbaik, karena PON kali ini umurnya terbatas,” ujarnya.

Arina Nur Andi mengatakan 90% persiapan sudah selesai. “Dulu kita sudah melakukan latihan baik fisik maupun teknik dan fokus. Sekarang simulasi sparring atau pertandingan sudah beberapa kali dilakukan. Jadi persiapan sudah 90 persen,” ujarnya.