Biaya Daftar Tuan Rumah Pekan Olaharaga Nasional (PON)
Biaya Daftar Tuan Rumah Pekan Olaharaga Nasional (PON)

Biaya Daftar Tuan Rumah Pekan Olaharaga Nasional (PON)

Menpora Imam Nahrawi akan segera melakukan panggilan kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), terkait dengan biaya pendaftaran tuan rumah  PON. KONI telah membuka kembali pendaftaran untuk masing-masing wilayah untuk proposal penyelenggaraan PON 2024.

Sejauh ini, ada enam provinsi yang sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah, yakni Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

Sumbar menjadi yang paling terakhir karena KONI kembali memasukkan sebagai calon tuan rumah meski batas waktu pendaftaran 30 November sudah lewat. Masuknya Sumbar menimbulkan pertanyaan karena KONI yang diuntungkan dari proses pendaftaran calon rumah.

Sebagai gambaran, masing-masing daerah yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah PON dibebankan 1 miliar, kemudian 5 miliar sebagai uang jaminan.

Imam menyayangkan kebijakan yang diambil KONI. Menurutnya, KONI tidak pernah berkonsultasi dengan Kemenpora. Imam mengatakan pada Selasa (5/12): “Saya tidak diajak berkonsultasi tentang hal ini. Yang jelas peraturan itu sama sekali bukan kebijakan dari pemerintah, tetapi murni keputusan KONI dan tidak boleh ada aturan seperti itu.” / 2017).

“Seharusnya tidak bisa (biaya pendaftarannya terlalu besar), lebih baik cari hal lain yang lebih berkualitas. Misalnya, apakah setiap tuan rumah acara memberikan pertunjukan asalkan mereka memiliki fasilitas lengkap seperti stadion atau tempat lain atau arena olahraga jadi bukan tentang uang. Pemerintah daerah mungkin bisa menyeimbangkannya.”

Imam mengatakan akan segera menghubungi KONI untuk membahas persyaratan PON. Imam berkata, “Aku akan bergegas menemuinya.” Sementara itu, Presiden KONI Tono Suratman tidak menampik syarat pendaftaran penyelenggara PON. Menurut dia, aturan tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI.”

KONI Pusat baru saja menyelesaikan verifikasi untuk calon tuan rumah PON 2014. Kalsel menjadi provinsi yang terakhir dikunjungi. Tim verifikasi KONI mengunjungi Kalsel, khususnya ibu kota Banjarmasin, pada 13-16 Maret.

Dari hasil verifikasi tersebut, Wakil Presiden Senior Jenderal KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengatakan Kalsel telah memenuhi syarat minimal 30 persen dalam pencalonan tuan rumah PON 2024.

Tim verifikasi akan segera berdiskusi secara internal untuk memutuskan apakah provinsi Kalsel akan lolos dengan beberapa provinsi lain seperti Bali-WNTA dan Sumut-Aceh.

“Kami sudah mengunjungi 14 tempat olahraga di Banjarbaru yang diharapkan bisa menjadi tempat pertandingan PON. Diantaranya adalah sepak takru, tenis, olahraga air, bulu tangkis dan panahan. Dengan sisa waktu, kami yakin Kalsel bisa menguasainya,” kata Suwarno.

Direktur Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Kalsel, Siswansyah, membenarkan kesiapan kabupatennya untuk kontrak PON 2024. Kalsel juga siap bersaing dengan calon lain.