Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM) Level 3
Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM) Level 3

Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM) Level 3

Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM) Level 3
1. Pembelajaran dapat dilakukan melalui pembelajaran langsung atau pembelajaran jarak jauh. Untuk pembelajaran tatap muka masih terbatas dan dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%.

2. Pelaksanaan kegiatan di sektor non inti adalah 100% WFH. Sementara itu, sektor inti dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% untuk pegawai terkait jasa, dan 25% untuk jasa manajemen perkantoran.

3. Pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional hingga pukul 15.00 waktu setempat.

4. Pedagang kaki lima, grosir, agen kupon/outlet, barber/hairdressing salon, laundry, pedagang kaki lima, bengkel kecil, tempat cuci mobil, dll diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 20:00 waktu setempat dengan kapasitas 50%

5. Rumah makan/restoran dan kafe yang terletak di gedung tertutup/toko di lokasi terpisah hanya menerima pengiriman/bawa pulang dan tidak menerima makan di dalam ruangan. Namun, jika area terbuka diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 20.00 waktu setempat dan dengan kapasitas maksimal 25%, satu meja untuk dua orang dengan waktu makan maksimal 30 menit.

BACA JUGA  Aturan Perpanjangan PPKM Level 4 Di Wilayah Luar Jawa-Bali

6. Warteg/warung makan, PKL, warung jajanan dan sejenisnya diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pemasukan pengunjung di satu tempat maksimal 25% dari kapasitas, dan waktu makan maksimal dari 30 menit.

7. Aktivitas di mall/mall/pusat perbelanjaan/commercial center dibuka dengan kapasitas maksimal 50% sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat, dimana penduduk yang berusia di bawah 12 tahun ke atas dilarang masuk. Bioskop, taman bermain anak-anak, dan tempat hiburan lainnya ditutup.

8. Tempat ibadah dapat melaksanakan kegiatan keagamaan maksimal 50% dari kapasitasnya, atau hanya 50 orang dan harus melaksanakan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

BACA JUGA  Tips Dan Cara Menghindari Kebosanan Saat PPKM

9. Fasilitas umum (toilet umum, taman umum, tempat wisata umum dan tempat umum lainnya) ditutup sementara

10. Menutup sementara kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial (tempat seni budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan kerumunan dan keramaian), kecuali kegiatan olahraga yang berlangsung di ruang terbuka. Fasilitas olahraga juga diperbolehkan buka 50% dari kapasitas maksimal.

11. Pernikahan dapat dihadiri maksimal 20 tamu undangan dan tidak makan di tempat.

12. Angkutan umum (angkot, angkutan massal, taksi (tradisional dan online) dan kendaraan sewa/sewa) dengan kapasitas maksimal 70% dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

13. Wisatawan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan angkutan umum jarak jauh (pesawat, bus, kapal, kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama vaksinasi) dan menunjukkan H-2 tes PCR untuk pesawat dan antigen (H -1) untuk angkutan kendaraan pribadi sepeda motor, bus, kereta api dan kapal laut;

BACA JUGA  PPKM Level 3 Untuk Daerah Jabodetabek

Ketentuan ini hanya berlaku untuk kedatangan yang dari luar Jawa Bali atau keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar Jawa dan Bali, dan tidak berlaku untuk angkutan di dalam kawasan aglomerasi misalnya di kawasan Jabodetabek;

Sementara itu, perjalanan udara antar kota atau provinsi di Jawa-Bali dapat menunjukkan hasil antigen negatif (H-1) asalkan mendapatkan vaksinasi dosis kedua, dan hasil PCR H-2 negatif jika baru menerima vaksin dosis pertama.

Nah di atas adalah Penjelasan Tentang Pemberlakuan (PPKM). Semoga informasi di atas dapat membantu anda